Bursa Efek Indonesia (BEI) menulis pangsa pasar investor syariah pada tahun kemarin terbanyak diserap oleh Phintraco Sekuritas sekitar 26% dari keseluruhan investor syariah.
BEI menulis ada tiga AB SOTS (Anggota Bursa penyuplai layanan Sharia Online Trading Sistem) paling besar market share investor syariah 2022.
Sesudah Phintraco Sekuritas, ada Indo Premier Sekuritas di posisi ke-2 dengan market share sekitar 24% dan First Asia Capital di posisi ke-3 dengan 13%.
Phintraco Sekuritas memimpin pada investor syariah baru capai 37%, dituruti BNI Sekuritas sekitar 17%, dan MNC Sekuritas 13%.
"Phintraco Sekuritas pimpin investor syariah aktif capai 25,3%, dituruti Indo Premier Sekuritas sekitar 25,2%, dan First Asia Capital 12%," tutur Irwan Abdalloh, Kepala Seksi Pasar Modal Syariah BEI, Kamis (14/4/2022).
BEI menulis pasar modal syariah sudah memperlihatkan performa yang bagus dan memberikan kepuasan masuk kwartal II/2022.
Irwan menjelaskan jika terjadi perkembangan investor saham syariah, namun ia pun tidak menyangkal jika terjadi pelambatan perkembangan karena wabah.
Trend pelambatan perkembangan investor mulai terjadi pada masa 2018 ke 2019, waktu itu perkembangan cuma capai 54%. Walau sebenarnya pada 2017 ke 2018 terjadi perkembangan capai 92%.
Lebih kronis kembali, pada masa 2020 ke 2021, perkembangan terjadi cuma 25% saja, dan semakin tipis sampai 2022 cuma 22,5% saja.
"Keseluruhan investor saham syariah yang aktif pada 2022 capai 21.463 atau berkembang 27% dibanding 2020," ungkapkan Irwan.
Adapun secara tebaran, investor saham syariah di Indonesia masih dikuasai di pulau Jawa sekitar 66% dengan nilai transaksi bisnis Rp 5.310 miliar dengan supremasi transaksi bisnis paling besar ada di Jakarta Rp 2.214 miliar. Jakarta bahkan juga pimpin sebagai wilayah dengan investor syariah paling banyak capai 17.738 investor.
Dan di pulau Sumatera cuma ada 17.676 investor atau 18% dari keseluruhan investor dengan nilai transaksi bisnis sekitar Rp 751 miliar sama dengan 11% dari keseluruhan jumlah transaksi bisnis, dituruti Kalimantan sekitar 8% atau 8.096 investor dengan nilai transaksi bisnis 4% atau Rp 251 miliar.
Baca Juga : Bukti Menarik Sampai Mengapa Saham Syariah Pantas Dilirik
Di Sulawesi dan Maluku cuma ada 5.094 investor atau sama dengan 5% dengan nilai transaksi bisnis 3% atau Rp 205 miliar. Paling kecil ialah Bali, NTT, NTB dan Maluku cuma sejumlah 2% investor atau 1.764 investor dengan 2% transaksi bisnis sejumlah Rp 102 miliar.

Komentar
Posting Komentar