Beberapa saham Syariah Jadi mulai Sasaran Investor
Bursa lokal tahun ini sukses mencatatkan performa positif dengan pengokohan lebih dari 10% dan ikut menaikkan performa saham berbasiskan syariah. Ini tercermin dari Index Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang perkembangannya terus mengikuti Index Harga Saham Kombinasi (IHSG).
Kapitalisasi pasar atau pasar cap ISSI capai Rp 3.983,65 triliun per 30 Desember 2021. Nilai ini lompat 19,36% dibandingkan masa yang serupa tahun awalnya, Rp 3.344,93 triliun.
Searah dengan peningkatan itu, saham syariah yang masuk anggota Datar Efek Syariah semakin bertambah. Per 30 Desember 2021, ada 494 saham syariah yang memenuhi daftar itu. Jumlah ini semakin tinggi dibandingkan 30 Desember 2020, sekitar 441 efek syariah.
Ketua Dewan Komisioner Kewenangan Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memandang, kembali menggelinjangnya ekonomi menjadi satu diantara penggerak perkembangan bidang jasa keuangan. Bahkan juga, menurut Wimboh, perkembangan di bidang pasar modal melebihi prediksi.
"IHSG tumbuh 10,08%. Jumlah investor melejit, dan pengumpulan dana yang capai rekor paling tinggi sejauh ini," jelas Wimboh dalam sambutan Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/1/2022).
Sudah diketahui, IHSG ada di tingkat 6.581,48 per akhir 2021, lompat 10,08% semenjak awalnya tahun. Peningkatan kembali bersambung pada perdagangan pertama 2022, ditutup kuat 1,27% ke tingkat 6.665,31.
Kegiatan perdagangan sejauh tahun kemarin mencatat rekor baru, salah satunya frekwensi transaksi bisnis harian paling tinggi yang terjadi pada 9 Agustus 2021, capai 2,14 juta kali transaksi bisnis. Volume transaksi bisnis harian sempat capai rekor paling tinggi 50,98 miliar saham di 9 November 2021. Index sempat menulis kapitalisasi pasar paling tinggi, Rp 8.354 triliun, di 13 Desember 2021.
Dari segi supply, OJK sudah mengeluarkan 53 surat efisien untuk perusahaan yang hendak lakukan initial public offering (IPO) selama setahun kemarin. Nilai bagiangan dananya capai Rp 61,66 triliun.
Jumlah IPO ditegaskan masih akan semakin bertambah karena masih tetap ada 43 pipeline IPO per 31 Desember 2021. Dari segi keinginan, terjadi kenaikan jumlah investor jadi 7,49 juta per tahun akhir kemarin. Jumlah ini melejit 92,99% dibandingkan akhir 2020, sekitar 3,88 juta investor.
BTPS Jadi Sorotan
Salah satunya yang jadi perhatian ialah saham emiten bank syariah, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS).
BTPS dipandang mempunyai potensi meneruskan trend peningkatan sesudah perseroan mencatat performa keuangan kompak 2021.
Beberapa perusahaan sekuritas juga masih melirik BTPS di mana mempunyai potensi kuat dengan sasaran pembelian (sasaran price) di bentang Rp 4.000 s/d Rp 4.800 per saham.
RHB Sekuritas misalkan, mereferensikan pembelian saham BTPS pada harga Rp 4.100 per saham. PT Danareksa Sekuritas di tingkat Rp 4.200 per saham. PT Berdikari Sekuritas di tingkat Rp 4.500 per saham. Dalam pada itu, Kredit Suisse mereferensikan pembelian BTPS di tingkat Rp 4.850 per saham.
BTPS sekarang ini layani enam juta nasabah dengan sekitar empat juta nasabah yang aktif. Angka ini meliputi 236.000 komunitas. Ini jadikan BTPS sebagai salah satunya bank dengan pangkalan nasabah micro paling besar di Indonesia.
BTPS sampai akhir kwartal III-2021 menulis keuntungan bersih yang naik 116% yoy jadi Rp 1,1 triliun.

Komentar
Posting Komentar